Sabtu, 27 Juni 2009

Ibukota Padang Pariaman DPP PKDP Minta Status Quo

JAKARTA, SM – DPP PKDP sebagai perwakilan masyarakat Kota/Kabupaten Padang Pariaman di rantau meminta ibukota Kabupaten Padang Pariaman sementara ini berada dalam status quo. Sikap itu diambil setelah Tim I nvestigasi DPP PKDP menjelaskan temuan–nya dalam rapat pengurus dan akan bertemu Tim Pusat.
Pernyataan itu ditegaskan Ketua Tim Investigasi ibukota Kabupaten Padang Pariaman yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKDP Fuad S Bakri, minggu terakhir Agustus. Pada rapat pengurus DPP PKDP di Jakarta, sebelumnya para pengurus DPP PKDP dengan suara bulat me–nyepakati diadakan kajian mengenai Rimbo Kalam oleh tim independen dari luar Sumbar. Pasalnya, Rimbo Kalam menim–bulkan pro kontra di masyarakat meskipun Pemkab bersama DPRD sepakat Rimbo Kalam menjadi ibukota Kabupaten Padang Pariaman.
“Kalau dipaksakan Rimbo Kalam menjadi ibukota Padang Pariaman maka tidak akan selesai masalah. Karena itu sementara ini ibukota status quo saja,” kata Fuad.
Rapat pengurus DPP PKDP itu dihadiri antara lain Ketua DPP PKDP Suhatmansyah, Sekjen Ruslan A Gani, Bendahara Umum Fauzan Musa, Zubir Amin, John Azis, A Basri, Syafruddin AL, Wakil Ketua Seni Budaya Alizar Jangguik, dan Ketua Humas Indra D Himrat.
Fuad menjelaskan, Rimbo Kalam tidak cocok menjadi ibukota kabupaten karena berbagai alasan disamping timbulnya sejumlah masalah di masa datang. Daerah itu masih hutan dan berada di kawasan hutan lindung. Jelas hal itu bertentangan peraturan me–ngenai penggunaan lahan yang masuk kawasan hutan yang peruntukannya bagi keselamatan lahan.
“Kalaupun diteruskan maka sebagai daerah baru di tengah hutan, butuh pembiayaan besar untuk membangun kota di sana. Infrastruktur total dibangun baru, artinya pembangunan kota dimulai dari nol sehingga diperkirakan APBD akan terserap ke sana. Jelas hal itu akan sangat berdampak pada pembangunan wilayah secara menyeluruh,” kata Fuad.
Pernyataan Fuad itu bagian dari sikap DPP PKDP mengenai penetapan ibukota Padang Pariaman di Rimbo Kalam, Nagari Parit Malintang, Enam Lingkung.
“Kita harus punya satu sikap dan saya secara pribadi kurang setuju bila laporan itu hanya untuk mengantar Tim Investigasi DPP PKDP. Yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman sudah luar biasa sehingga kita harus tegas,” kata John Azis, pengurus yang juga anggota Tim Investigasi dan pengacara di Jakarta.
Menurut John, DPP PKDP sebagai organisasi sosial tidak tertutup kemungkinan melakukan pembelaan terhadap langkah kebijakan yang banyak mendapat sorotan dan pro kontra di

masyarakat. Karena itu, “Kita rekomendasikan untuk menang–guhkan sementara waktu menge–nai rencana ibukota ini meskipun kita organisasi social. Laporan Tim Investigasi itu akan menjadi bahan pertimbangan sehingga nanti Tim Pusat akan turun kembali ke la–pangan,” kata John.
Sebab itu, DPP PKDP pada rapat pengurus itu langsung menetapkan tim untuk bertemu Tim Pusat yang sudah meninjau lokasi Rimbo Kalam dan sejumlah masyarakat Padang Pariaman. Tim terdiri dari antara lain Fuad Bakri, John Azis, dan Syafruddin Al.
Ketua Umum DPP PKDP Suhatmansyah meminta agar Tim PKDP segera bertemu Tim Pusat. Pertemuan akan memberikan masukan bagi Tim Pusat agar ada keseimbangan informasi, tidak dimonopoli oleh sumber dari daerah saja. “Sehingga setelah itu akan ada masukan yang kiranya dapat menjadi bahan bagi Tim Pusat untuk seterusnya menjadi bahan pertimbangan untuk meninjau kembali ke lapangan di Padang Pariaman,” katanya.
Suhatmansyah menegaskan, meski Tim Pusat yang sudah mengunjungi ke Rimbo Kalam memberi sinyal tidak ada masalah secara fisik dan normatif, tetapi berdasarkan kejanggalan-kejang–galan yang terjadi pantas masalah ibukota ditangguhkan dulu. Meski seperti dilansir media 75 persen proses sudah berjalan tetapi sisa 25 persen adalah celah untuk menjelaskan permasalahan sebenarnya berdasarkan temuan tim Investigasi dan data lain yang mendukung.
“Tim DPP PKDP bisa memberi masukan dan meminta tim Pusat kembali turun ke lapangan,” ujarnya.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PKDP Zubir Amin menambahkan, penetapan Rimbo Kalam sebagai ibukota juga akan berdampak pada wilayah itu sebagai lumbung padi di Padang Pariaman. “Potensi sebagai wi–layah lumbung padi akan hilang dan dampak lanjutannya terhadap sumber beras wilayah Padang Pariaman,” ujarnya. Tim SM

Jumat, 22 Mei 2009

PERTAMA DAN SATU-SATUNYA DI INDONESIA

BRAVO SMART COLLEGE !! Lembaga Pendidikan Smart College sangat luar biasa. Selain Smart College, belum ada satupun lembaga yang menjamin pesertanya bisa lansung bekerja. Smart College dengan programnya yang berjudul NSP memberi solusi bagi dunia usaha dan dunia kerja.
"NSP adalah sebuah program yang berisi ; Marketing, Public Relation, Customer Service, Marketing Communication, Journalist dan Smart Design. Program ini didukung dengan materi teoritis yang dipandu oleh akademisi dan materi praktis yang didukung oleh praktisi. Semuanya dibungkus dengan motivasi dan konsultasi oleh Konsultasn Akademis, Praktisi dan Motivator", terang Yasri Harfi kepada wartawan lokal dan nasional yang mewancarainya. Direktur Smart College ini menambahkan, untuk mendukung program ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan. Mantan menejer dan Instruktur ini tidak mau menjelaskan secara detail perusahaan mana saja yang telah dipinangnya. Namun dia berani menjamin bahwa setiap peserta yang telah tergabung dalam program ini sebagaian besar akan bekerja. " Saya tidak perlu menjelaskan perusahaan mana saja yang telah kami pinang. Tapi saya berani jamin sebagian besar mereka diterima bekerja",terangnya.

Kamis, 14 Mei 2009

Pulau Belibis Berbenah Diri

Dewasa ini pembangunan di bidang pariwisata gencar mewarnai corak pembangunan. Pemerintahan kota solok membenahi objek wisata pulau belibis yang tepatnya terletak di ampang kualo, Kelurahan kampung jawa Kec.Tanjung Harapan Kota Solok.Objek wisata yang berdampingan dengan kolam pancing dan taman pramuka ini didukung dengan keindahan alam yang dimilikinya. Pepohonan yang rimbun dan udara yang sejuk menciptakan suasana yang asri.Ditambah lagi pulau belibis ini dihiasi oleh danau kecil yang menurut keterangan Hatta PB (44thn) tim pengawas, di danau itu memang terdapat habitat Belibis hewan sebangsa unggas. Unggas yang beratnya sekitar 9 ons ini, biasanya keluar sore hari ini.
Bapak yang telah mengabdi lebih kurang 25 tahun di pulau belibis ini juga menerangkan bahwa Pemerintah kota setempat sangat antusias dan mendukung pengembangan objek wisata di kota beras ini. Objek wisata ini juga dilengkapi taman bermain anak-anak dan sekitar 20hari menjelang acara jambore kota solok (25-28 april) out bond sudah selesai dibuat. Out bond yang dipasang oleh team khusus dari Bandung ini menghubungkan taman pramuka dan taman pulau belibis menyebrangi danau kecil.
Dalam rangka promosi, permainan ini pemungutan biaya tidak dianggarkan, hanya toleransi peminat saja.Dan biaya parkirpun tidak dipungut kecuali di area kolam pancing karna area tersebut telah di kontrak oleh pengelola kolam.
Bapak ini juga menerangkan, untuk rencana kedepan akan dibangun tempat penginapan di area wisata ini.agar para wisatawan dapat menikmati udara malam didaerah objek wisata kota beras nan asri ini.

By: rini and imel

Tour De Singkarak Beri Pengaruh Kuat

Danau singkarak yang biasanya sepi ,dipadati pengunjung pada hari sabtu dan minggu (2-3mei2009).cuaca yang terik tidak menyurutkan antusias ratusan penonton yang ingin menyaksikan event balap sepeda internasional 'tour de singkarak' dikabupaten solok yang finish di singkarak.
"kan jarang banget daerah kita kab solok dikunjungi bule,pembalap internasional lagi,makanya kita datang rame-rame ingin liat dari dekat,kalau bisa sih mau foto bareng mereka"kata ayu salah seorang pengunjung remaja yang datang dari daerah sungai lasi bersama temen-temennya.tidak hanya remaja dewasa,tua muda,seorang gadis kecil yang berumur empat tahun juga tak mau ketinggalan detik-detik kesempatan untuk menyaksikan pembalap internasional melewati garis finish."ina beko balanjo .nantian urang barat tu lalu jo sapeda."rengek ina yang digendong ayahnya ketika di ajak jajan.beragam kalangan datang dari penjuru daerah solok bahkan ada yang dari silungkang,tanjung ampalu dan sijunjung ikut meramaikan 'alek gadang' ini.
banyaknya pengunjung yang datang,membuat para pedagang di sekitar danau singkarak 'galak manih"karena pendapatan yang biasa nya minim meningkat drastis.
"event ini membawa rejeki bagi kami sebagai pedagang.dagangan yang biasanya banyak tersisa sekarang malah habis,bahkan ada pengunjung yang kecewa gara-gara tidak kebagian.mudah-mudahan event ini dilaksanakan setiap tahun."harap mak saripah,salah seorang pedagang rakik.
tak hanya pengunjung yang 'batarak paneh',bupati solok,H.Gusmal Dt.rajo lelo SE.MM juga ikut berpanas-panas menyaksikan balap sepeda diantara ratusan penonton yang ingin menyaksikan balapan internasional tersebut.
dan kab solok patut berbangga hati dengan kesuksesan Event ini,karena Dirjen pemasaran departemen kebudayaan dan pariwisata RI Sapta Nirwandar menetapkan event ini menjadi event tahunan yang telah masuk dalam anggaran APBD.hal ini beliau sampaikan dalam acara penutupan event tour de singkarak,minggu(3/5)kemaren.beliau juga mengatakan di tahun 2010 event ini hendaknya melibatkan daerah sumbar lain nya yang juga memiliki potensi alam yang tak kalah menarik,dan di jadikan 7etape,sesuai dengan nama beliau Sapta.*****rini

Minggu, 26 April 2009

Berkarir di CUSTOMER SERVICE

Berkarir di CUSTOMER SERVICE
Batu Loncatan atau Pilihan?

Oleh : William Nursal Devarco
Bagi pencari kerja, seperti mahasiswa yang baru lulus kuliah, dunia Customer Service (CS) adalah area yang masih abu-abu dan penuh tanda tanya. Hal ini dapat dimaklumi karena di Perguruan Tinggi tidak ada mata kuliah yang bernama ‘Customer Service’. Mahasiswa lebih mengenal prospek karir di dunia yang berhubungan dengan jurusannya misalnya; sebagai desain interior, arsitek, R&D engineer, pengacara, dsb.

Kurangnya publikasi di media massa mengenai dunia CS juga menyebabkan kurangnya minat para mahasiswa atau pencari kerja untuk serius berkarir di CS. Mungkin juga hal ini disebabkan oleh sedikitnya tokoh CS yang bisa diangkat sebagai success story di media massa.

‘Gelapnya’ prospek karir juga dirasakan oleh banyak karyawan yang saat ini sudah berkecimpung di dunia CS, pekerjaannya saat ini sering dijadikan sebagai batu loncatan untuk berkarir di bidang lain karena dianggap kurang prospektif dan tidak menarik.
Supply vs Demand
Namun ternyata kondisi di atas kontradiktif dengan kebutuhan dunia bisnis di Indonesia yang saat ini membutuhkan tenaga kerja dari level supervisor sampai level manager yang qualified. Di beberapa perusahaan besar banyak posisi service manager yang masih kosong.

Seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan PMA pernah mengeluh tentang sulitnya mencari seorang service manager yang qualified di Indonesia. Segala langkah dan upaya telah dilakukannya untuk mendapatkan kandidat yang sesuai, seperti memasang iklan lowongan di media massa, maupun melalui head hunter. Namun, dari ratusan pelamar atau kandidat yang diajukan oleh head hunter, ternyata tak satupun memenuhi kriteria yang diharapkan. Akibatnya posisi tersebut lowong selama setahun.
“.. ketidakseimbangan supply vs demand yang terjadi adalah ketidakseimbangan semu..”

Ya, tingkat pemenuhan (supply) & kebutuhan (demand) praktisi CS memang sedang tidak seimbang. Akibat tingginya demand terhadap tenaga kerja CS yang qualified, maka tidak heran terjadi aksi saling ‘membajak’ service manager dari perusahaan satu atas perusahaan lainnya. Bahkan karena sulitnya mencari kandidat yang sesuai, karyawan yang berada di second layer-pun ditawari untuk pindah ke perusahaan baru dengan iming-iming gaji dan posisi lebih tinggi.

Namun sebenarnya ketidakseimbangan supply vs demand ini adalah semu. Lowongan yang tersedia cukup banyak, dan jumlah kandidat untuk mengisi lowongan yang ada begitu berlimpah, namun hanya sedikit yang memenuhi kualifikasi untuk mengisi posisi yang ada.

Faktor lain yang memicu ketidakseimbangan supply vs demand adalah tingginya permintaan perusahaan outsource CS, seperti layanan Call Center dan CRM yang terus memperbesar kapasitasnya untuk mengimbangi jumlah pelanggan/klien mereka yang makin meningkat.
Pangsa pasar Indonesia yang menarik ini ternyata juga memikat perusahaan outsource asing untuk membuka jaringannya di Indonesia.

The Power of Reference
Kriteria utama yang dipertimbangkan oleh perusahaan terhadap kandidat Service Manager adalah pengalaman. Pengalaman sangat diperlukan, karena kebutuhan atas posisi Service Manager bisa dikategorikan untuk beberapa kebutuhan, yaitu:

* Pembentukan unit/divisi CS baru.
* Pembenahan / maintain organisasi CS.
* Pengembangan & perluasan organisasi CS.


Tidak heran, untuk hunting kandidat yang berpengalaman banyak perusahaan yang masih menggunakan metode tradisional, yaitu mencari referensi dari para manager senior yang lama berkecimpung di dunia CS. Seringkali para manager senior menjadi rujukan para head hunter maupun HRD dari perusahaan lain untuk memberikan referensi kandidat yang sesuai.

Kekuatan referensi ini adalah merupakan salah satu alasan mengapa seringkali posisi atau lowongan yang kosong di beberapa perusahaan besar ternyata sering tidak dipublikasikan melalui media. Perusahan tersebut lebih menyukai memilih kandidat yang terpercaya kredibilitasnya melalui referensi dari sumber yang terpercaya, daripada menyaring ratusan pelamar yang memakan waktu dan biaya.

Pemberian referensi adalah hal yang normal dalam dunia kerja. Tujuannya adalah memberikan pandangan secara obyektif terhadap sang kandidat. Maklum, kadangkala apa yang tertulis di CV sang pelamar tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Tentunya referensi ini berbeda dengan katabelece yang berkonotasi kolusi & nepotisme. Kandidat yang direferensikan pun tetap harus mengikuti proses seleksi yang ada di masing-masing perusahaan, seperti interview, psikotest, maupun medical check-up.

Perusahaan elektronik umumnya lebih menyukai kandidat yang mempunyai pengalaman dan spesialisasi di bidang Customer Service. Ini bisa dimaklumi, karena di Indonesia ‘sekolah’ spesialisasi bidang CS adalah pengalaman kerja. Manajemen pelanggan dan pengembangan organisasi CS adalah diasah dari pengalaman di lapangan, dan dipoles oleh kegiatan pelatihan.

Sebagai ilustrasi, kriteria yang sering dijadikan sebagai pertimbangan untuk posisi Service Manager:

* Pengalaman & track record dalam mengelola organisasi CS.
* Kemampuan manajerial (manajemen logistik/part, Human Resources, CRM, Call Center, dsb.).
* Communication skills.

Mantapkan Pilihan
Bagi karyawan yang saat ini sudah berkecimpung di dunia Customer Service ada baiknya mulai memantapkan diri untuk secara serius berkarir di jalur ini. Asahlah kemampuan yang Anda miliki dengan selalu mengupdate diri mengikuti perkembangan jaman.

Misal; seorang call center agent dapat mempelajari manajemen komplain pelanggan & manajemen operasional untuk menjadi seorang supervisor call center. Supervisor call center-pun harus selalu mengasah kemampuan dalam bidang managerial untuk bisa menduduki posisi Call Center Manager.

Bagi yang telah menduduki posisi Call Center Manager bisa membuat track record baru untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Customer Relationship Management (CRM).
Dari sini pilihan karir seorang Call Center Manager bisa ‘menyeberang’ ke beberapa jalur, misal; sebagai CRM Manager, Customer Service Manager, atau sebagai Public Relation Manager.

Bila ingin bersolo karir, mendirikan perusahaan outsource call center, Authorized Service, atau memberikan jasa pelatihan adalah alternatif yang menarik. Namun tentunya hal ini harus didukung oleh track record yang bagus sebagai kunci untuk meyakinkan calon klien Anda.

Sebenarnya banyak alternatif karir yang bisa didapatkan pada level manager, mengingat di dalam organisasi Customer Service banyak disiplin ilmu yang terlibat, seperti; Akunting/finance, Logistik, Engineering, Human Resources, dan sebagainya.

Kuncinya : apapun posisi Anda di dalam organisasi CS, kuasailah ilmu utamanya yaitu “Manajemen Pelanggan”.
Dengan demikian Anda akan mempunyai nilai lebih dan siap untuk memasuki area manajerial yang lebih tinggi.

“Apapun posisi Anda di organisasi CS, kuasailah selalu “Manajemen Pelanggan”.

Yang terakhir, perluaslah networking & interaksi sosial dengan rekan seprofesi atau senior dari perusahaan lain. Banyak klub atau asosiasi profesi yang bisa Anda ikuti. Dari media berkumpul ini Anda akan mendapatkan banyak hal, misal; pelatihan ketrampilan, perkembangan dunia bisnis, atau informasi ‘dari dalam’ tentang posisi yang lowong.

Namun niat untuk ikut klub/asosiasi ini jangan semata karena ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik di perusahaan lain. Kontribusi Anda pada klub/asosiasi, dan track record di tempat bekerja sekarang juga menjadi faktor penentu layak/tidaknya Anda mendapatkan informasi atau referensi dari anggota klub lainnya.

Pemkab Solsel Sosialisasikan UU. 40/1999

Pemda Solok Selatan telah mengadakan pelatihan jurnalistik dan sosialisasi UU.No.40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik jurnalistik dan kehumasan bagi anggota Bakohumas, wartawan dan siswa SMA se Kabupaten Solok Selatan, kata Kabag Humas Pemda Solok Selatan Basrial,SE kepada koran ini di Padang Aro, Senin (13/4) usai pembukaan pelatihan itu.
Pelatihan jurnalistik kali ini, kata Basrial merupakan lanjutan dari pelatihan jurnalistik bagi anggota Bakohumas sebelumnya yang berlansung dua hari, 13 dan 14 April 2009 di hotel Pesona Alam Sangir yang diikuti sebanyak 45 peserta dengan nara sumber dari PWI Cabang Sumbar, Biro Humas, praktisi hukum dan LKBN Antara.
Pelatihan jurnalistik itu dibuka Wabup Solok Selatan Nurfirmanwansyah Apt MM dan dihadiri Muspida ketua PWI Cabang Sumbar, kepala SKPD dan undangan lainnya. Dalam sambutannya Wabup menjelaskan, pelatihan jurnalistik bagi anggota Bako-humas, wartawan dan siswa SMA itu merupakan momen yang sangat tepat seiring pesatnya perkembangan dan kemajuan informasi saat ini.
Masyarakat umumnya sangat butuh informasi, apalagi masyarakat perantau yang ingin mengetaui informasi tentang perkembangan pembangunan dan kondisi kampung halaman mereka.
Untuk itu Wabup menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bagian Humas yang telah menyediakan anggaran dalam APBD, khusus untuk pelatihan juralistik itu.
Juga terima kasih kepada nara sumber yang telah meluangkan waktu serta memberikan kesediaannya menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengetahuan jurnalistik bagi anggota Bakohumas, Wartawan dan pelajar SMA itu.
Sebab, pengetahuan seputar jurnalistik jarang diberikan bagi Bakohumas dan wartawan media cetak dan elektronik dalam rangka mengemas informasi yang akan disajikan kepada publik.
Untuk itu Wabup mengharapkan kepada peserta agar mengkuti pelatihan itu dengan baik dan serius, sehingga pengetahuan dasar tentang kewartawanan dan teknik penulisan berita itu dapat dilaksanakan setiap hari dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat
Dikatakan, masyarakat sangat haus informasi, terutama masyarakat yang berdomisili di pinggiran kota dan daerah-daerah yang masih terisolasi.
Mereka tidak mungkin harus datang ke ibukota hanya untuk mencari sebuah informasi karena selain disibukan dengan pekerjaan rutinitas sehari-hari, juga sulitnya sarana transportasi.
Akantetapi, dengan mendengarkan siaran radio dan membaca koran yang dikirimkan ke daerahnya serta menonton televisi, mereka telah mendapat informasi, termasuk masyarakat yang berada di perantauan.
Menurut Wabup, informasi yang lebih disenangi masyarakat adalah informasi tentang kemajuan dan perkembangan pembangunan, tidak informasi yang bersifat kekerasan, sensasi dan kriminal serta peristiwa-peristiwa merugikan daerah.
Makanya kepada wartawan khususnya diharapkan Wabub, agar wartawan mampu menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak beritikad buruk sehingga menyejukkan para pembacanya.
Misalnya perkembangan ekonomi dan pendapatan perkapita masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai peluang usaha serta bagaimana upaya mendapatkan modal guna pengemba-ngan usaha mereka, ujar Wabup lagi.