PADANG-Warga Sungai Tarab dan PasiaLaweh,dua lokasi terparah yang terkena galodo minggu lalu, bingung melihat surat suara dan menentukan pilihan ketika berada di bilik suara.
Akhirnya, petugas KPPS ikut ke bilik suara menerangkan tata cara mencontreng pada warga yang tidak paham. Padahal, petugas KPPS tidak dibenarkan masuk ke bilik suara.
Camat Sungai Tarab Ernita,Kamis (9/4)mengatakan, banyak korban galodo yang bingung melihat empat surat suara yang ukurannya lebar dan belum paham bagaimana caranya memilih. Hal ini dialami hampir semua warga, terutama yang berusia lanjut.
"Maklum, ini kan di kampung, repot sekali petugas KPPS mengurus warga yang tidak paham, akhirnya dengan kesepakatan bersama dan disaksikan oleh saksi, terpaksa petugas KPPS ikut memandu warga ke dalam bilik suara dan menerangkan surat suara mana yang untuk 3 legislatif dan mana yang untuk DPD serta bagaimana cara mencontreng, namun untuk pilihan terserah pemilih," kata Ernita,
Ia mengatakan, untuk warga yang tidak bisa membaca, sebelum masuk bilik mereka sudah mengantongi kertas yang berisi naa calon yang akan di[ilih.
Kerepotan juga terjadi saat melipat empat surat suara yang lebar sehingga banyak warga dibantu petugas KPPS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar